Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S – Keselamatan kerja di industri migas bukan sekadar prosedur administratif, tetapi menyangkut nyawa manusia.
Salah satu ancaman paling serius dan mematikan di sektor ini adalah gas Hydrogen Sulfide (H2S).
Gas beracun ini tidak berwarna, berbau menyengat pada konsentrasi rendah, dan dapat menyebabkan kematian dalam hitungan menit jika terhirup tanpa penanganan yang tepat.
Oleh karena itu, Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S menjadi kebutuhan mutlak bagi perusahaan dan tenaga kerja di lingkungan berisiko tinggi.
Mairodi Training menghadirkan pelatihan yang di rancang berbasis kompetensi nasional, mengacu pada standar LSP dan BNSP.
Program ini bukan hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga membentuk keterampilan praktis yang siap di terapkan di lapangan kerja.
Mengapa Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S Sangat Penting?
Gas H2S kerap muncul dalam aktivitas eksplorasi, produksi, hingga pemeliharaan fasilitas migas.
Tanpa petugas yang kompeten, potensi kecelakaan kerja akan meningkat drastis.
Training ini di rancang untuk memastikan setiap peserta mampu mendeteksi, mengendalikan, dan melakukan penyelamatan saat terjadi paparan gas H2S.
Melalui Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S, peserta akan memahami regulasi K3 migas, teknik penggunaan alat keselamatan, hingga prosedur evakuasi darurat yang sesuai standar nasional dan internasional.
Hal ini tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga menjaga reputasi dan keberlangsungan operasional perusahaan.
Unit Kompetensi dalam Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S
Program pelatihan ini mengacu pada unit kompetensi resmi yang di tetapkan BNSP, sehingga lulusan training memiliki pengakuan yang sah secara nasional.
Unit kompetensi yang di pelajari meliputi penerapan peraturan K3 migas, penggunaan APD, pengoperasian SCBA, pertolongan pertama pada korban kecelakaan, teknik penyelamatan dari bahaya gas H2S, serta pengoperasian alat uji gas H2S.
Pendekatan berbasis kompetensi ini memastikan peserta tidak hanya “tahu”, tetapi juga “mampu melakukan” sesuai tuntutan lapangan kerja yang sesungguhnya.
Siapa yang Wajib Mengikuti Training Ini?
Training ini di tujukan bagi tenaga kerja yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan potensi paparan gas H2S, seperti operator lapangan, teknisi, safety officer, hingga supervisor K3.
Bagi perusahaan, mengikuti pelatihan ini juga menjadi langkah strategis untuk memenuhi kewajiban regulasi K3 dan audit keselamatan kerja.
Mairodi Training membuka kesempatan bagi peserta dengan latar belakang pendidikan minimal SLTA/SMK atau sederajat, dengan pengalaman kerja relevan di bidang K3 atau penugasan sebagai petugas penanganan bahaya gas H2S.
Metode Pelatihan yang Aplikatif dan Relevan
Training ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, tersedia dalam format offline maupun online, sehingga fleksibel menyesuaikan kebutuhan perusahaan dan peserta.
Materi di sampaikan oleh instruktur yang merupakan trainer LSP serta praktisi K3 berpengalaman di industri dan akademik.
Peserta tidak hanya di bekali teori, tetapi juga studi kasus dan simulasi yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan migas.
Dengan metode ini, peserta lebih siap menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya.
Fasilitas Lengkap untuk Mendukung Proses Belajar
Sebagai penyelenggara profesional, Mairodi Training memastikan setiap peserta mendapatkan fasilitas yang menunjang efektivitas pembelajaran dan kenyamanan selama training.
Peserta akan memperoleh modul training, materi digital, sertifikat resmi BNSP dari LSP LSK-K3 ICCOSH, hingga dokumentasi kegiatan training.
Fasilitas ini di rancang untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan bernilai tambah bagi pengembangan karier peserta.
Investasi Training yang Seimbang dengan Manfaatnya
Biaya training di sesuaikan dengan kualitas materi, instruktur, dan sertifikasi yang di peroleh peserta.
Untuk kelas offline, investasi sebesar Rp 6.500.000,- (exclude tax), sedangkan kelas online tersedia dengan biaya Rp 4.500.000,- (exclude tax).
Jika di bandingkan dengan risiko kecelakaan kerja akibat paparan gas H2S, investasi ini tergolong sangat rasional dan strategis.
Keterkaitan dengan Sistem Manajemen K3 Kontraktor
Dalam implementasi K3 yang menyeluruh, pelatihan ini juga mendukung penerapan sistem pengawasan keselamatan kerja di lingkungan proyek.
Hal ini selaras dengan kebutuhan perusahaan yang menerapkan Training Pengawasan SMK3 Kontraktor sebagai bagian dari pengendalian risiko dan kepatuhan terhadap regulasi K3 nasional.
Keunggulan Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S di Mairodi Training
Berikut beberapa keunggulan yang menjadikan program ini pilihan tepat bagi individu maupun perusahaan:
- Materi berbasis unit kompetensi resmi BNSP
- Instruktur berpengalaman dari praktisi industri dan LSP
- Sertifikat nasional yang di akui secara luas
- Metode pembelajaran aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan
- Fleksibilitas pelaksanaan offline dan online
Investasi Keselamatan Kerja melalui Kompetensi Penanganan Bahaya Gas H2S
Menghadapi risiko bahaya gas H2S tidak bisa dilakukan secara coba-coba.
Dibutuhkan petugas yang benar-benar kompeten, tersertifikasi, dan siap bertindak dalam kondisi darurat.
Training Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S dari Mairodi Training hadir sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keselamatan kerja, kepatuhan regulasi, dan profesionalisme tenaga kerja di industri migas.
Dengan mengikuti training ini, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kepercayaan diri dan kemampuan nyata untuk melindungi diri sendiri, rekan kerja, serta lingkungan kerja dari ancaman gas H2S.

