Training Fire Engineer Sertifikasi BNSP Bersama Mairodi Training

Training Fire Engineer

Training Fire Engineer – Di banyak sektor industri, terutama migas dan manufaktur berisiko tinggi, kebakaran bukan sekadar kemungkinan, melainkan risiko nyata yang harus dikelola secara sistematis.

Melalui Training Fire Engineer, para profesional dibekali kompetensi teknis dan strategis untuk merancang, mengevaluasi, serta memastikan efektivitas sistem proteksi kebakaran sesuai standar nasional.

Program yang diselenggarakan oleh Mairodi Training ini dirancang berbasis unit kompetensi resmi BNSP, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menghadapi uji kompetensi secara profesional.

Mengapa Training Fire Engineer Sangat Vital?

Fire Engineer bukan sekadar ahli teknis instalasi sistem pemadam.

Mereka berperan dalam analisis risiko, perencanaan sistem deteksi, pengendalian, hingga strategi tanggap darurat.

Dalam industri migas misalnya, kesalahan desain proteksi kebakaran dapat berakibat fatal: kerugian aset, penghentian operasi, bahkan korban jiwa.

Pelatihan ini membantu peserta memahami pendekatan menyeluruh terhadap proteksi kebakaran modern, termasuk:

  • Integrasi sistem deteksi & alarm
  • Desain sistem penyaluran air pemadam
  • Evaluasi kesiapsiagaan peralatan
  • Strategi & taktik pemadaman
  • Perencanaan tanggap darurat industri

Lebih dari sekadar teori, pelatihan ini berfokus pada aplikasi praktis di lingkungan kerja nyata.

Unit Kompetensi Training Fire Engineer

Training Fire Engineer ini mengacu pada skema sertifikasi berbasis kompetensi dengan cakupan materi komprehensif berikut:

  1. B.09KKK00.011.3 Menganalisis Risiko K3 di Industri Migas
  2. B.09KKK00.021.3 Merencanakan Sistem Deteksi Kebakaran
  3. B.09KKK00.022.3 Merencanakan Sistem Penyaluran Air Pemadam
  4. B.09KKK00.023.3 Merencanakan Sistem Pemadam Kebakaran Tetap
  5. B.09KKK00.024.3 Memastikan Ketersediaan APAR
  6. B.09KKK00.026.3 Menjaga Kesiapsiagaan Peralatan Pemadaman
  7. B.09KKK00.027.3 Strategi & Taktik Pemadaman Kebakaran
  8. B.09KKK00.029.3 Perencanaan Tanggap Darurat Industri

Struktur ini memastikan peserta memahami proteksi kebakaran dari sisi analisis, desain, operasional, hingga respons darurat.

Siapa yang Sebaiknya Mengikuti Training Fire Engineer?

Program ini ditujukan bagi profesional yang ingin memperkuat kredibilitas sekaligus meningkatkan daya saing karier.

Idealnya diikuti oleh:

  • Praktisi proteksi kebakaran
  • HSE Officer / HSE Manager
  • Safety Engineer
  • Personel emergency response team
  • Pengawas pemadam kebakaran

Bagi Anda yang sebelumnya telah mengikuti Training Pengawas Pemadam Kebakaran, pelatihan Fire Engineer menjadi jenjang lanjutan yang logis untuk memperluas kompetensi ke aspek desain & perencanaan sistem.

Persyaratan Peserta

Untuk menjaga kualitas dan relevansi kompetensi, peserta diharapkan memenuhi kriteria berikut:

  • Pendidikan minimal S1/D4 dengan pengalaman proteksi kebakaran ≥ 2 tahun, atau D3 dengan pengalaman ≥ 3 tahun
  • Memiliki pengalaman sebagai Fire Engineer atau sertifikat relevan
  • Mengikuti pelatihan berbasis kompetensi
  • Dokumen administratif (CV, identitas, ijazah, pas foto)

Pendekatan ini memastikan diskusi kelas berlangsung efektif dan berbobot secara teknis.

Metode Pembelajaran yang Praktis & Aplikatif

Training Fire Engineer dirancang agar peserta tidak hanya “paham materi”, tetapi benar-benar mampu menerapkannya di tempat kerja.

Metode pelatihan meliputi:

  • Studi kasus industri nyata
  • Diskusi interaktif berbasis pengalaman peserta
  • Analisis skenario kebakaran
  • Simulasi strategi proteksi kebakaran
  • Persiapan uji kompetensi

Instruktur berasal dari trainer LSP dan praktisi industri berpengalaman, sehingga sudut pandang yang diberikan bersifat realistis, bukan akademis semata.

Fleksibilitas Pelaksanaan Training

Menyesuaikan kebutuhan perusahaan dan individu, program tersedia dalam dua format:

  • Offline Training – Ideal untuk pembelajaran intensif & networking
  • Online Training – Fleksibel tanpa mengganggu operasional kerja

Keduanya memberikan kualitas materi dan instruktur yang sama.

Durasi Training Fire Engineer

Pelatihan berlangsung selama 3 (tiga) hari, dengan struktur materi yang padat namun tetap nyaman di ikuti.

Setiap sesi di rancang untuk menjaga keseimbangan antara teori, diskusi, dan praktik analisis.

Harga Investasi

Investasi kompetensi profesional ini di tawarkan dengan skema:

  • Offline: Rp 7.000.000,- / peserta (exclude tax)
  • Online: Rp 5.000.000,- / peserta (exclude tax)

Nilai ini mencakup pelatihan, fasilitas peserta, serta sertifikasi resmi.

Fasilitas Peserta

Peserta akan memperoleh berbagai fasilitas pendukung yang menunjang pengalaman belajar optimal, termasuk:

  • Modul training komprehensif
  • Sertifikat resmi dari LSP LSK-K3 ICCOSH
  • Perlengkapan training & merchandise
  • Dokumentasi kegiatan
  • Konsumsi (offline training)

Lebih penting lagi, peserta mendapatkan akses ke wawasan praktis yang langsung relevan dengan tantangan di lapangan.

Lebih dari Sekadar Sertifikat

Banyak profesional keliru menganggap sertifikasi hanya sebagai formalitas administratif.

Padahal, dalam praktik industri modern, kompetensi Fire Engineer berdampak langsung pada:

  • Keandalan sistem proteksi kebakaran
  • Kepatuhan regulasi keselamatan
  • Pengurangan potensi kerugian
  • Kredibilitas profesional di perusahaan
  • Peluang pengembangan karier

Training Fire Engineer bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi tentang menjadi profesional yang benar-benar memahami risiko dan mampu mengelolanya secara strategis.

Saatnya Meningkatkan Kompetensi Anda

Jika peran Anda berkaitan dengan keselamatan kerja, proteksi kebakaran, atau manajemen risiko industri, mengikuti Training Fire Engineer merupakan langkah yang rasional dan strategis.

Karena pada akhirnya, proteksi kebakaran bukan sekadar sistem, melainkan kombinasi antara desain yang tepat, analisis yang akurat, dan keputusan profesional yang bertanggung jawab.

Dapatkan Diskon Tambahan dengan mendaftarkan 3 atau lebih peserta dari 1 perusahaan yang sama!

X